Jelajah Alam Sulawesi:
menjelajahi pesona dan keindahan alam sulawesi

Gunung Ambang

Di Sulawesi Utara, Gunung yang satu ini lebih dikenal dikalangan para pendaki (pencinta alam) yang sekedar menikmati kawah belerang. Namun belakangan ini, tempat ini semakin terkenal hingga ke manca negara, tidak lain karena aktivitas mengamati burung.

Saat ini, Gunung Ambang menjadi salah satu tujuan kunjungan para penagamat burung yang khusus mencari Burung hantu yang diberi nama Cinnabar hawk-owl yang dalam nama ilmiahnya dikenal dengan Ninox ios. Bisa dikata Gunung Ambang identik dengan Ninox ios, karena setiap kali pengamat burung yang datang ke temapt ini hanya satu target utama mereka yaitu N. ios sementara jenis-jenis burung lainnya hanyalah bonus.

Akan tetapi bukan itu saja yang bisa kita jumpai di salah satu gunung yang berada di wilayah Bolaang Mongondow ini.

Untuk jenis-jenis burung masih banyak yang bisa kita jumpai di kawasan hutan Gunung Ambang: Sikatan matinan Cyornis sanfordi, Cekakak -hutan dada-sisik Actenoides princeps, Jalak alis-api Enodes erythrophris, Kipasan Sulawesi Rhipidura teysmanni, Malia sulawesi Malia grata, kedua jenis Rangkong, dan bayak lagi.

Selain potensi satwa (burung), di Ambang juga bisa kita nikmati pemandangan pegunungan, kawah belerang, perkebunan sayur-sayuran, cengkeh, serta bentang alam yang indah lainnya.

Satu lagi yang menarik bila Anda berkunjung ke Gunung Ambang, yaitu medanya yang tidak begitu terjal. Seorag ibu yang sudah berumur 50-an tahun saja bisa mendakinya.

Nah, bagaimana mencapai tempat ini? Mudah. Anda bisa menumpang kenderaan umum dari Manado (seperti Paris Taxi) dengan tujuan Kotamobagu. Jarak tempuhnya kurang lebih 3,5 jam. Dengan jasa angkutan Paris Anda perlu mengeluarkan ongkos Rp45,000 (jok depan, samping supir) dan Rp35,000 untuk bangku baris kedua dan belakang. Begitu tiba di Kota Kotamobagu, mintalah sang supir untuk menurunkan Anda di terminal Sinsingon. Dari terminal Sinsingon anda akan menumpang kenderaan Mikrolet dengan tujuan Desa Sinsingon. Jarak tempuhnya sekitar 30 – 45 menit dengan ongkos sekitar Rp7,500/orang.
Bagaimana, Anda tertarik? Jika Anda ingin berkujung ke Gunung Ambang pastikan untuk menghubungi petugas setempat (Pak Julius, staf BKSDA SULUT). Bagi para pengamat burung, Anda bisa mengajak Yusman “Uchu” Hunowu via telepon 081356944797.

Selamat melancong!

9 Responses to “Gunung Ambang”

  1. ass.war.wb…

    ka’ kalo punya waktu dan itu pun tidak mengganggu aktifitas kaka’..,
    bisa boleh nda torang jalan-jalan k’gunung ambang?? tapi kita mau lewat purwarejo..,soalnya ada bilang torang mo bakudapa dengan air terjun..!!
    betull….!!!

    Jika mendakai ke Gn. Ambang lewat Purworejo, kita memang akan ketemu air terjun. Manjat dari dinding sebelah kanan dengan bantuan seutas rotan (entah kalo masih ada). Perjalanan selanjutnya adalah menyusuri jalan lahar hingga ke kawah belerang. Kita hanya sekali lewat jalan ini (saat turun dari Gunung Ambang). Mungkin sediki beresiko jika dilakukan di musim hujan begini.
    Sekedar saran, bagaimana kalo mendaki dari Boungkudai baru, dan lalu turun lewat situ (keluar di Purworejo). Ajak tuan rumah di sana (Andhika). Kalo kita agak susah cari waktu lowongnya (plus, so tua sayang). Lebih enaknya ikut acara2 yang fun saja, hehehe….

  2. Adoo..perindu skali kita deng kita pe tempat lahir, kita ka gunung ambang cuma satu kali tahun 1986 waktu umur enam tahun mendaki gunung, abis itu…tahun 1992 pindah ke Palu trus pindah ke Makassar, sampe skrg kita nyanda pernah pulang kampung so lama skali…pe rindu skali kita le…lia kita pe kampung kelahiran.

    Mudahan..kita punya waktu mo pulang lia kita pe tampa lahir so 16tahun kase tinggal…Kotamobagu tanah kelahiranku..

    Jadi sampe skarang masih di Makasar? 16 taon cukup lama. Ba libur ke’ biar cuma 1-3 hari. Kong di mana dang tu kampung di Kotamobagu?

  3. tirma kasih banyak so kase lia…persawahan sinindian dan gunung ambang disitu kita tempat main dulu waktu kecil, soalnya tgl diperbatasan sinindian-kotobangon, makasih ya!! ats foto2nya, tidak sengaja googling nyari foto2 ttg kotamobagu abiss rindau skali pingin pulang…..

    Trima kasih juga Hamid so dapa ba hoba ka mari. Kalo bole kita mo tebak, itu rumah di kompleks polres? atau…??? Semoga foto-foto di sini (tentang Kotamobagu) bisa mengobati rindu akan kampung halaman.

  4. Nintau le…di mana kompleks polres, dulu yg saya tahu polres yg jalannya dari taman mini mo ka ats diujung jln plg ats disitu kantor polisi.

    Kita pe rumah di kompleks telkom(Perumtel) dekat dgn kantor bupati.Nintau le skrg mungkin so nyanda ada mungkin…itu kompleks perumahan.(kotobangon)

    Iyo msh di makassar,

  5. Ass.wr.wb

    buat om yang punya ini blog,kita cuma mo tanya kalo tu burung pe nama Ninox Ion atau Ninox Ios?

    makasi… :)

  6. Depe nama so tatulis di atas Ninox ios

  7. owh…soalnya dulu pernah kita ada baca artikel di manado post di halaman lestari itu burung pe nama Ninox Ion… :)

  8. Ada berapa gunung api di sulawesi dan apakah semuanya masih aktif? Gunung api bisa membawa berkah sekaligus bencana sih, namun tergantung kita menyikapi dan mengantisipasinya ya :)


Leave a Reply